|
Dipetik dan disaring dari 'Super Mentoring Senior' ‘Saat kejayaan adalah saat naiknya iman, manakalan sata keruntuhan adalah saat hilangnya iman.Sebagaimana iman menciptakan keajaiban di alam jiwa, seperti itu juga ia menulis cerita keajabain di alam kenyataan. Gelora dalam jiwa pun menjelma menjadi prestasi-prestasi sejarah’ ( Abul Hasan Ali Alhasani Al Nadwi) Kejaiban iman Seorang ulama’ menceritakan tentang keajaiban iman: Iman adalah sumber tenaga jiwa yang sentiasa memberikan kita kekuatan untuk bergerak menyemai kebaikan, kebenaran dan keindahan dalam zaman kehidupan, atau bergerak mencegah kejahatan, kebatilan dan kerosakan di permukaan bumi. Iman adalah gelora yang memberikan inspirasi kepada buah fikiran kita, maka lahirlah ‘bashirah’ ( pandangan mata hati).Iman adalah cahayaa yang menerangi dan melapangkan jiwa kita, maka lahirlah ‘taqwa’. Iman adalah bekal yang menjalar di seluruh bahagian tubuh kita, maka lahirlah ‘harakah’ ( gerakan). Iman mententeramkan perasaan, menguatkan tekad dan mengerakkan jiwa raga kita. Iman mengubah manusia menjadi lebih baik, dan kebaikan individu menjalar dalam kehidupan masyarakat, maka masyarakat menjadi erat dan dekat. Yang kaya menjadi dermawan, yang miskin menjadi ‘iffah’ ( menjaga kehormatan dan harga diri), yang berkuasa menjadi adil, yang ulama menjadi taqwa.yang pintar jadi rendah diri dan yang bodoh jadi pembelajar. Ibadah mereka menjadi sumber kekuatan dan kemudahan, kesenian menjadi sumber inspirasi dan semangat kehidupan. Jika anda bertanya, kenapa Bilal dapat bertahan di bawah tekanan batu raksasa dengan terik matahari Sejarah Islam sepanjang 15 kurun telah mencatatkan, kaum muslimin meraih kemenangan-kemenangan dalam pelbagai peperangan, menciptakan kemakmuran dan keadilan, mengembangkan pelbagai ilmu dalam peradaban, Itulah saat di mana iman mewarnai seluruh aspek keperibadian individu muslim dan mewarnai keseluruhan aspek kehidupan mereka. Tetapi sejarah turut menorehkan luka. Pasukan Tartar telah membantai 80,000 orang kaum muslimin di Baghdad, pasukan SAlib menguasau Al-Quds selama 90 tahun, syurga Andalusia hilang dari genggaman kaum muslimin dan direbut kembali oleh tentera Salib, Khilafah Uthmaniyyah Turki dihancurkan oleh gerakan Zionisme Antarabangsa. Apakah penyebab kehancuran ini? Itulah saatnya iman hanya menjadi ucapan lisan dan tidak mempunyai hakikat di dalam jiwa dan fikiran, tidak memberi erti dan dinamika dalam kehidupan., lalu tenggelam dalam nafsu syahwat. Kita tahu dan sering diingatkan akan hakikat keimanan ini: ‘Berikrar dengan lisan, membenarkan dengan hati dan mengerjakan dengan anggota badan’ Jika salah satu dipisahkan maka itu bukanlah namanya iman. Uyainah pernah berkata: Al-iman, qaulun wa amalun, yazidu wa yanquz- iman itu adalah ucapan dan perbuatan, dia boleh bertambah dan juga menurun’ Sebab itu Rasulullah berkata kepada kita: “Iman itu boleh bertambah dan berkurang, maka perbaharuilah imanmu dengan Laa Ilaaha Illah( H.R Ibnu Islam) Manakala hati pula tempat bersemayamnya iman itu. Dan hati itu sendiri karakteristiknya adalah berbolak balik. Sebab itu Rasulullah selalu berdoa: ‘Ya Allah, Zat Yang Maha Membolak balikkan, tetapkanlah hatiku di dalam dien(agama)Mud an dalam ketaatan kepadaMu’ Sebab itu kita tak boleh duduk diam sahaja. Tak boleh puas dengan kadar iman yang kita ada. Setidak-tidaknya kita perlu mempunyai dua perasaan; harap dan cemas. Harap supaya Allah mematikan kita dalam iman yang tinggi dan banr. Cemas sebab takut Allah matikan kita dalam iman kita yang rendah. Allah turut berfirman: ‘Orang-orang mukmin itu adalah mereka yang beriman kepada Allah dan RasulNya, kemudian mereka tak ragu-ragu sedikitpun dan mereka berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka. Merekalah orang-orang yang benar’ ( 49:10) Iman bukan dengan kita hanya fikir seorang diri dan datang sendiri. Bukan juga dengan angan-angan, sekadar satu perkataan yang melintas atas lidah kita tanpa makna. Sekadar pemuas telinga mahupun benda yang dihafal semata-mata. Iman adalah apa yang ditanam dalam hati dan disahihkan dengan amal perbuatan. Iman itu menggerakkan keinginan, membasahkan jiwa yang kering serta melonjakkan semangat yang pudar. Sebab itu ulama’ besar As-Syahid Hasan AlBana menyebut: ‘ Datangkan aku 12 ribu orang yang benar-benar beriman agar kutundukkan pergunungan, kubelah samudera dan lautan serta kubuka negerei-negeri bersama mereka’ Ini kerana imanlah yang menjadi pendorong manusia itu berbuat baik ataupun tidak. Kondisi iman yang buruk akan menghasilkan perbuatan yang buruk, begitulah sebaliknya Oleh itu, tanyakanlah diri kita, benarkah kita orang yang benar-benar beriman? ‘Tiga perkara yang dapat kamu rasakan kemanisan iman: (1) Mencintai Allah dan RasulNya lebih dari kecintaan kepada selain mereka (2) Menyintai manusia hanya kerana Allah (3) Benci kembali kepada kekufuran seperti mana bencinya dilemparkan ke api neraka” ( Hadir Riwayat bukhari muslim)
|
| Name Nur Azimah June 2, 2007 02:33 PM PDT tgh belajar ikuti bahan akak....best | ||
| Leave a Comment: |